Got Chezz ?

Got Chezz ?

Wednesday, March 18, 2009

Hilangnya Film2 Baru (Impor/Hollywood) di Bioskop ?

Maret 16, 2009

Yah hampir 2 - 3 minggu ini, film2 impor di bioskop2 terutama 21/XXI tidak ada update yg berarti. Mana Watchmen ? Mana Dragon Ball Evolution ? Mana Street Fighter ? Dll. Yg ada hanya film2 yg dah berumur lawas macam Seven Pounds, Defiance (bused!), Valkryie. Kalaupun ada yg baru, film2 tersebut termasuk kategori telat rilis, dengan dvd - dvd copy kualitas ori yg udah beredar (contoh Passenger-nya Anne Hathaway) dan film2 indonesia yg buat gw gak jelas bgt.

Jawaban dari lambatnya film2 baru hollywood nongol di bioskop2 kita ternyata gw temui di artikel ini :

Selamat Datang Era “Assembling” Film

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono baru saja mengambil langkah penting untuk mendorong dan memantapkan tumbuhnya industri film dalam negeri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. Jero Wacik baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Permenbudpar) Nomor: PM.55/PW.204/MKP/2008, tertanggal 25 November 2008, tentang pemanfaatan jasa teknik film dalam negeri dalam kegiatan pembuatan dan penggandaan film nasional, serta film impor.

Munculnya peraturan ini sudah lama diperjuangkan dan dinantikan oleh insan industri film di Tanah Air. Peraturan ini jelas akan memacu tumbuhnya industri film di dalam negeri, khususnya jasa teknik film hal mana akan mempermudah dan mengefisienkan proses pembuatan film nasional, serta memantapkan perkembangan industri film nasional.

Usaha jasa teknik sempat tertinggal perkembangannya akibat lahirnya era digital yang bersamaan dengan krisis multidimensional yang menimpa Indonesia dan merosotnya produksi film nasional selama beberapa tahun. Mestinya hal itu tidak perlu terjadi kalau penggandaan kopi film impor yang diputar di sini digandakan di dalam negeri. Saat industri film nasional mati suri, justru film impor merajai perbioskopan kita, bahkan keterusan sampai sekarang. Kopi filmnya juga didatangkan dari luar negeri, bukan hasil jasa teknik dalam negeri.

“Assembling” Film

Permenbudpar menetapkan, impor film asing seluloid hanya dapat dilaksanakan dalam bentuk master negatif atau dupe negatif film yang merupakan hasil reproduksi dari master negatif film. Impor film seluloid dalam bentuk master negatif atau dupe negatif itu dapat disertai dengan satu contoh kopi film jadi. Sedangkan penggandaan kopi film yang akan dipertunjukkan di Indonesia wajib menggunakan jasa teknik film di Indonesia.

Bioskop atau media elektronik dilarang mempertunjukkan atau menayangkan film nasional dan film impor sebelum dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Lulus sensor itu hanya untuk copy film hasil penggandaan perusahaan jasa teknik film dalam negeri yang telah memiliki izin usaha jasa teknik film.

Sekretaris Jenderal Gabungan Studio Film Indonesia (GASFI), Rudy S Sanyoto SE, yang juga menjadi Wakil Ketua BP2N (Badan Pertimbangan Perfilman Nasional) mengemukakan, munculnya Permenbudpar mengingatkan kita kepada kebijakan pemerintah dalam bidang otomotif pada tahun 1970-an. Ketika itu pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa mobil yang diimpor harus dalam bentuk S/CKD (semi/completed knocked down). Artinya, mobil yang masuk harus di-assembling di Indonesia dan mobil built-up tidak boleh lagi diimpor. Meskipun waktu itu industri otomotif tidak terlalu siap, pemerintah tetap teguh dengan kebijakannya. Hasilnya pun luar biasa. Lapangan kerja di bidang industri otomotif maju pesat.

Munculnya Permenbudpar bisa dibilang menjadi lahirnya assembling film di Tanah Air. [SP/Willy Hangguman]

Lonceng Kematian bagi Bioskop dan Film di Indonesia 2009

Pemilik Inter Studio, Rudy S. Sanyoto SE, mengibaratkan Permenbudpar dengan assembling mobil di Indonesia pada era 1970-an. Spontan disanggah HM Johan Tjasmadi, selaku Ketua LSF, “Mobil beda dengan film. Sebab mobil harus dibikin mulai dari mur, ban, sampai mesin. Kalau film sudah bisa dibuat secara utuh dari cerita, skenario, sampai penyutradaraan, tapi prossesingnya belum, harus di luar negeri. Lab dalam negeri belum siap, apalagi belum mendapatkan sertifikat ISO.”
Jadi kalaupun diwajibkan untuk segalanya dilakukan di dalam negeri, Tjasmadi menyarankan kebijakan dalam tiga tahapan;
1.Seluruh lab dalam negeri pada tahun pertama harus menyiapkan diri sampai mendapatkan ISO.
2.Mulai tahun kedua bisa mencetak film produksi dalam negeri dengan cukup sempurna.
3.Maka pada tahun ketiga, eksportir film dari luar negeri tanpa dipaksa pun akan bersedia memilih lab di Indonesia untuk mencetak copy.
“Kalau sekarang dipaksakan berlaku, segalanya bisa macet, impor film stop, bioskop tak mendapat pasokan lagi hingga satu persatu tutup,” tuntas Tjasmadi, “Dan pada gilirannya, karena sudah tiada bioskop lagi, film kita pun otomatis akan terhenti!”
Hatoek Soebroto selaku pemilik Mitra Lab sendiri merasa Permenbudpar tersebut tidak perlu. Terutama karena sebenarnya sudah menumpuk luber pekerjaan yang mesti diselesaikan, nyaris tak tertampung. Kalau tetap dipaksakan bisa sangat berbahaya.
Produser produktif dari StarVision, Ir Chand Parwes Servia membenarkan, “Berbahaya sekali. Dulu film Indonesia terlalu diproteksi, akibatnya malah mengalami mati suri pada tahun 1998. Sekarang setelah sepuluh tahun akan diproteksi lagi dengan cara yang tidak benar. Sangat bisa menewaskan perfilman nasional hanya demi kepentingan studio. Kapasitas lab dalam negeri tidak mencukupi. SDM-nya, mesinnya, akhirnya akan terjadi persaingan tidak sehat. Hakekatnya, otomotif bukan produk kreatif. Ingat, orang yang dipaksa akan merasa tidak nyaman hingga tidak kreatif lagi.”
Mengenai tugas LSF (Lembaga Sensor Film) yang mesti mencegat, semua film yang akan disensor harus diproses di dalam negeri, Parwez menyebut, “LSF ditujukan untuk perlindungan moral masyarakat, sekarang akan dimanfaatkan juga demi kepentingan dagang? Kami selalu mencetak di luar negeri, karena lab dalam negeri belum siap, belum waktunya!”
Nia Dinata, produser-sineas idealis dari Kalyana Shira Film, menyebut Permenbudpar sangat parah, “Peraturan tersebut tidak realistis karena untuk optical sound transfer belum ada di sini. Biasanya optical sound kami bikin di luar, hanya bikin dua married print, selebihnya untuk copy-copy berikut tentu di Indonesia. Kalau saja semua fasilitas sudah ada, juga jumlah lab film paling tidak sudah berdiri lima yang bagus dan kompeten, boleh saja bikin peraturan tersebut. Sekarang baru ada dua lab di Jakarta dan tidak bisa optical sound. Bangkok saja punya lima lab yang lebih memungkinkan sekarang.”
Sebagai sutradara laris yang memproduseri film-filmnya sendiri, Hanung Bramantyo mencela, “Itu keputusan yang tergesa-gesa. Mengingat secara SDM kita belum siap, semestinya yang diperlukan sekarang adalah alokasi pajak untuk membangun dan mensubsidi lab film.”
Jadi kapan sebaiknya Permenbudpar ini diwujudkan? “Mulai tahun 2015, setelah SDM dan infrastrukturnya memadai!” tegas sineas muda ini.
Ody Mulia Hidayat, produser Maxima Pictures yang memproduksi lima film per tahun, kontan menyetujui, “Tidak mungkin direalisir minggu depan! Memangnya kita sudah siap dengan sistem, alat, dan SDM-nya? Mari kita duduk sama-sama dan membahasnya dengan kepala dingin, jangan tergopoh-gopoh. Belajar dulu, umpama orang kuliah, perlu waktu enam tahunlah sedikitnya. Jadi kalau dicanangkan mulai 2009, mestinya menjadi 2015, baru bisa!”
Bagaimana pula dengan penggandaan copy film impor yang mesti dilakukan di lab dalam negeri? Tony Arif dari Camila Internusa Film (yang mengedarkan film-film major company dari Hollywood) berkomentar, “Permenbudpar tersebut terlalu prematur. Seharusnya disosialisasikan lebih dulu sambil mempersiapkan pabriknya yang harus canggih. Sebab film impor dari segi audionya amat hebat.”
Perkara teknis audio memang secara jujur diakui, lab dalam negeri belum nempil menggandakan Dolby, THX, apalagi program gambar 3-D? Rasanya mustahil perusahaan film luar mau meminjamkan master-copynya untuk digandakan di sini. Beberapa tahun lalu, pernah dicoba animasi panjang (untuk bioskop) Dora Emon diduplikasikan lab kita. Hasilnya warna tubuh si robot kucing masa depan bukannya biru cemerlang tapi bluwek keabu-abuan (!). Pembawa filmnya dari Jepang bengong melihat malih warna ini.
Deddy Mizwar selaku Ketua BP2N, menjawab pertanyaan penulis, “Tunggu Yan, hari Selasa depan, akan dikaji segala sesuatunya oleh BP2N, manfaat dan mudaratnya!”
Kesimpulan akhir penulis, bila Permenbudpar yang gegabah tersebut jadi dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari 2009, maka lonceng kematian telah ditabuh oleh Menbudpar Ir Jero Wacik untuk membunuh semua bioskop, dan menyusul juga secara langsung segera meremukkan film Indonesia …

Nah… dengan adanya aturan (Permenbudpar) Nomor: PM.55/PW.204/MKP/2008 itu, maka penggandaan film impor harus wajib musti dilakukan di indonesia, padahal dengan minimnya lab2 dan SDMnya, eksportir film hollywood (Motion Pictures Association) ga percaya dengan penggandaan yang dilakukan di indonesia. Akibatnya, mereka melakukan pending terhadap film-film yang seharusnya udah ditayangkan di indonesia. Misalnya Watchmen dan Dragonball Evolution. Bukan ga mungkin kalau kondisi seperti ini terus-menerus gak ditemukan solusi secepatnya, nanti film-film epic 2009 kayak X-Men Origins: Wolverine, Star Trek, Harry Potter dan bahkan TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN harus dipending penayangannya di indonesia.

Read More

Saturday, March 7, 2009

For All Jombloerrsssss

Ternyata dalam status Jomblo itu terbagi-bagi menjadi 9 jenis status jomblo. Hal ini tidak pernah saya pikirkan, entah saya ini memiliki status jomblo apa dan bagaimana ciri-cirinya. Karena bagi saya yang namanya jomblo itu ya sendirian ga punya pacar entah itu cewek maupun cowok. Ga ada masalah kok dengan status yang namanya jomblo itu. Buktinya tetep aja happy-happy ajah orang-orang jomblo. Yah memang ada plus dan minusnya sih. Tapi yang jelas orang jomblo bukan berarti ga laku cuman belum laku . Ya udah mari kita simak langsung jenis-jenis status jomblo.

# Jomblo Sejati –Jomblo yang satu ini murni belum pernah pacaran, belum mengerti tentang cinta, fokus pikirannya hanya belajar dan belum pernah naksir siapa siapa. Ciri-cirinya : Kacamata tebal, penampilan tidak terjaga, fashion berantakan dan sering keliatan korek upil didepan umum.

# Jomblo Sniper –Jomblo yang ini belum pernah pacaran tetapi sudah ada yang sejak lama ditaksirnya hanya saja blom berani nembak sampe sekarang. Ciri-cirinya : Sering tidak keliatan di tempat umum karena kurang PD dan nyali, sering mangkal ditempat tempat sepi, kadang membawa teropong untuk mengintai dan terlihat membawa banyak karet gelang untuk nembak cicak didinding.

# Jomblo Negatif –Yang satu ini baru jadi jomblo setelah dipecat (dibaca:ditinggal/ diputusin) oleh pacarnya dan berada dalam suasana sedih, desprated, dikecewakan, tidak bisa terima kenyataan dan membenci yang namanya cinta. Ciri-cirinya : Gampang sirik, sering kesel, bad mood, emosional dan membenci film film berbau romantis. So bagi yang lagi mesra mesra nya mohon hindari jomblo yang satu ini apalagi yang sabet mantan pacarnya. VERY DANGEROUS !

# Jomblo Biru –Jomblo yang satu ini baru putus pacaran secara resmi (sama sama merestui) karena uda bosan atau jenuh dan lagi kosong. Ciri-cirinya : Wajah ceria seperti narapidana yang baru bebas, menikmati hidup dan menemukan kehidupannya kembali, sering terlihat hangout rame rame dan happy happy dan banyak lagi, kesimpulannya MERDEKA !

# Jomblo Finale –Jomblo yang satu ini uda lagi dekat dekatnya dengan seseorang dan hampir melepas status kejombloannya. Ciri- cirinya : Setiap hari tidak terlepas dari cermin, make up, fashion update, bodycare, rajin rajin baca zodiak, sering senyum senyum sendiri kalo lagi baca SMS.

# Jomblo Hunter –Jomblo yang ini menikmati kehidupan jomblonya dan sering sekali gonta ganti pasangan dan jomblo lagi, hunting lagi, jomblo lagi, hunting lagi dan seterusnya…jomblo lagi… Ciri-cirinya : Punya bakat selebriti, PD abis, daya tarik yang luar biasa, terlihat sering tebar pesona sana sini dan makanan sehari hari : add friend di Friendster/Facebook.

# Jomblo Impossible –Khusus cowok, yang ini berstatus jomblo karena yang ditaksirnya adalah seseorang yang tidak mungkin didekati lagi, seperti selebriti selebriti (Britney, JLo, Maskot Kensington), istri tetangga, pacarnya konglomerat, istri simpanan bos, dll Ciri-cirinya : Selalu tampil keren 24 jam sehari 7 hari seminggu, kalo berbicara seperti aktor dan merasa dirinya Tom Cruise.

# Jomblo Forever – Khusus cewek, yang ini berstatus jomblo karena menunggu dan berharap bisa menikahi pria idaman seperti :Andy lau,Jang Dong Gun,Brad Pitt. Ciri-cirinya : Terlihat menempel foto, poster idolanya dimana mana, dikamar tidur, kamar mandi, buku tulis, wallpaper handphone dan dalam dompetnya. Dalam doanya : Jadikanlah aku cinderela dan Jang Dong Gun Pangerannya.

# Jomblo Error –Jomblo ini belum pernah bisa sukses pacaran karena asal nembak seseorang gagal terus, nembak yang lain ditolak terus dan selalu naksir seseorang yang sudah ada yang punya. Kacihan deh loe. Ciri-cirinya : Selalu keliatan berapi api, bernafsu, kalo kenalan langsung tawarin tunangan besoknya langsung ngajak merried. Kata kata pertama sewaktu kenalan : “Hi, kenalan nama gue…, married yuk!”

Read More

Tuesday, March 3, 2009

WATCHMEN



Satu lagi film 2009 yang diangkat dari buku komik dengan judul yang sama oleh Alan Moore dan Dave Gibbons.Berlatar tahun 1985 dimana pahlawan super diakui keberadaannya. Dibawah kepemimpinan presiden Richard Nixon, ketegangan antara Amerika dan Uni Sovyet meninggi. Rorschach (Jackie Earle Haley) sedang menginvestigasi pembunuhan seorang mantan pahlawan super, The Comedian (Jeffrey Dean Morgan) serta mengetahui adanya rencana pembunuhan atas pahlawan-pahlawan super lainnya. Rorschach mencium konspirasi melibatkan dirinya serta rekan-rekan lainnya yang dapat mengubah sejarah.

Info Utama

Tanggal Rilis Internasional: 6 Mar 2009
Tanggal Mulai Main: 6 Mar 2009

Pemain:

  • Malin Akerman
  • Billy Crudup
  • Matthew Goode
  • Carla Gugino
  • Jackie Earle Haley
  • Jeffrey Dean Morgan
  • Patrick Wilson
Sutradara: Zack Snyder

Produser: Lawrence Gordon, Lloyd Levin, Deborah Snyder

Produksi: Warner Bros.

Durasi: 191menit (3h 11m) = *.*"

Lagi Main: Tidak

Read More

Tuesday, February 17, 2009

Kerancuan mengenai Buddha dengan Maitreya!

Sepertinya banyak kerancuan mengenai apa yg disebut ajaran Buddha dan yang mana murid Buddha yg sejati. Saya coba jelaskan sedikit dari apa yg pernah saya pelajari

Ajaran Buddha pasti :
Tidak ada Tuhan Pencipta
Ada 4 Kebenaran Mulia dan Jalan Mulia beruas 8
Tiga Corak universal (Anicca, Dukkha, Anatta)
Ada Paticcasamupada (Hukum sebab akibat yg saling bergantungan - dengan 12 mata rantai)
Mempercayai Hukum Karma dan Tumimbal Lahir
Mempercayai 31 alam
Praktek Sila Samadhi Panna
Bertujuan mencapai Nibbana/Nirvana
Mengakui Buddha Gautama/Sakyamuni sebagai penemu Buddha Dhamma

Kalau ada kawan dari Maitreya, coba cek, apakah dalam aliran Maitreya ada semua hal di atas, atau hanya sebagian saja? Berhubung bagian ini sudah banyak dibahas, saya akan lanjut ke kriteria menjadi Buddhis

Buddhis = pengikut Buddha/ Murid Buddha/ Orang yg mengadopsi Ajaran Buddha sebagai pedoman hidup

Apakah umat aliran Maitreya termasuk Buddhis?


Umat Maitreya berargumen bahwa karena mereka berbuat baik dan tidak berbuat jahat, sesuai dengan inti ajaran Buddha Sakyamuni, maka mereka adalah Buddhis, umat Buddha.
Mengenai pendapat bahwa karena aliran ini baik dan bermanfaat bagi masyarakat, jadi boleh saja mengaku agama Buddha, hal ini saya rasa salah besar. Memang ajaran Buddha boleh dipelajari siapa saja, tanpa ada rahasia, dan kita tidak boleh memonopolinya. Tapi mempelajari ajaran Buddha dan menjadi pengikut Buddha ada perbedaannya.

Ada orang baik sekali, mengikuti ajaran yang sangat baik, menganjurkan umatnya berbuat baik, suka menolong orang, dll. Lebih baik daripada umat Buddha. Ibaratnya dia praktek Dhamma lebih tinggi dari umat Buddha. Tapi memang dia tidak pernah kenal siapa Siddharta Gautama. Yang dia kenal adalah Mr. Y dari Agama K, dan dia tiap minggu ke Ger*j*. Apakah dia Buddhist? Murid Buddha? Tentunya dia akan marah anda katakan dia murid Buddha. Dia kan murid Mr. Y!
"Dia adalah umat agama lain yang hidupnya sesuai dhamma yg diajarkan Buddha. Tapi dia bukan Buddhist"

Ada lagi orang yg baik juga, dan dia kenal Siddharta Gautama. Banyak inspirasi yang diperolehnya ketika mempelajari riwayat Siddharta maupun ajarannya. Dia mengambil beberapa filosofi hidupnya dari ajaran Buddha. Tapi beberapa aspek dia tidak percaya dan tidak diambil. Dia adalah pengagum Buddha. Tapi dia Shalat 5 waktu dan pergi naik haji. Apakah dia murid Buddha? Bukan, dia akan menolak sebutan tersebut. Dia kan cuma penggemar, katanya. Buddha itu dianggapnya figur tokoh sejarah sama seperti Gandhi, Washington, Soekarno, dll yang bisa diambil teladannya.
"Dia adalah pengagum Buddha, tapi bukan murid Buddha"

Aliran Maitreya beralasan bahwa konsep reinkarnasi dan karma ada dalam aliran mereka, sama seperti di agama Buddha. Terlebih lagi mereka belakangan ini menambahkan Buddha Sakyamuni dan Guan Yin di altar mereka. Di altar Vihara juga ada rupang Buddha Sakyamuni dan Guan Yin (avalokitesvara). Apalagi di vihara Mahayana, rupang Maitreya bentuknya sangat mirip dengan rupang Maitreya di aliran Maitreya. Jadi mereka adalah Buddhis aliran Mahayana, iya dong? Coba kita bandingkan dengan contoh berikut:

Di dalam beberapa aliran Hindu, Buddha disembah sebagai titisan dewa Vishnu yang turun ke dunia. Mereka memuja rupang Buddha Gautama. Mereka mempercayai reinkarnasi dan Karma. Mereka baik-baik orangnya. Belakangan ini mereka juga mengambil beberapa aspek - aspek ajaran Buddha yang mereka suka. Beberapa konsep utama Hindu berkembang menjadi sangat mirip dengan konsep utama ajaran Buddha, walau masih ada perbedaan mendasar. Apakah orang-orang ini Buddhis? Bukan, mereka adalah
"Penganut Hindu yang mendewakan Buddha"

Jadi walaupun aliran Maitreya punya dewa yg sama, ajaran yg sedikit mirip, belum tentu Buddhis.

Apa kriteria seseorang disebut Buddhis?
Ia berlindung kepada Tiga Permata (Triratna)

Ia berlindung kepada Buddha.
Ia berlindung kepada Dhamma
Ia berlindung kepada Sangha

Berlindung kepada Buddha, berarti mengangkat Buddha sebagai guru yang tertinggi, dan menyerahkan hidup kita kepada Buddha.
Kita mempercayai Buddha sebagai dokter, kita adalah orang sakit, Buddha dapat mendiagnosa penyakit kita dan memberi cara-cara penyembuhan.
Kita menganggap Buddha sebagai penunjuk jalan, orang yang pernah pergi dan kembali dari tempat tujuan.
Kita melihat Buddha sebagai teladan bahwa kita pun bisa menjadi seperti Dia, mencapai nibbana. Secara implisit, "Aku berlindung pada Buddha" artinya "Aku pergi menuju keBuddhaan" Disini dapat diartikan seseorang berlindung pada bakal Buddha dalam dirinya sendiri.

Dhamma adalah perlindungan yang sesungguhnya. Dhamma adalah ajaran Buddha, yg jika dipraktekkan akan membawa menuju pembebasan, nibbana, kebahagiaan.
Kita menganggap Dhamma sebagai obat yg diberikan dokter, sebagai peta penunjuk jalan, dan sebagai rakit untuk menyebrang.
Dhamma disini juga dapat diartikan sebagai hasil pencapaian praktek spiritual

Sangha adalah pembimbing. Komunitas bagi kita dalam perjalanan spiritual. Teman yg lebih berpengalaman dalam perjalanan. Suster yg membantu dokter dalam merawat. Penjaga Dhamma.
Sangha secara umum berarti komunitas para makhluk yang mempraktekkan Dhamma. Mereka terdiri dari makhluk biasa, Biksu/Biksuni/ Para Arya/ dan Bodhisattva.


Sejak zaman Buddha Gautama masih hidup sampai sekarang, seseorang resmi menjadi Buddhis setelah mengucapkan 3 kalimat
Aku berlindung pada Buddha
Aku berlindung pada Dhamma
Aku berlindung pada Sangha

Atau kata-kata yg artinya sama, yg berbeda sesuai tradisi. Tetapi intinya sama, mengambil perlindungan pada Triratna. Apakah hal ini dilakukan melalui upacara resmi [visudhi], atau dilakukan di depan altar di tempat sepi, sama saja. Yang penting adalah pikiran orang tersebut yg menyadari bahwa dia mengambil perlindungan dengan pandangan terhadap Triratna yg tepat seperti sudah dijelaskan sebelumnya.

Setelahnya, seorang Buddhis wajib mengambil minimal 1, dari 5 sila. Biasanya Buddhis mengambil semuanya. Pancasila Buddhis adalah:
1. latihan tidak membunuh
2. latihan tidak mencuri
3. latihan tidak melakukan perbuatan asusila
4. latihan tidak berbohong
5. latihan tidak mengkonsumsi benda yang membuat ketagihan

Inilah syarat menjadi seorang Buddhis, yang sama di semua aliran Theravada, Mahayana, dan Tantrayana.

Syarat menjadi aliran Mahayana
Apa yg membedakan aliran Theravada dan Mahayana? (Tantrayana termasuk subbagian dari Mahayana)
Mahayana mengenal Bodhicitta. http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=7456.0
Bodhicitta adalah batin pencerahan
Merujuk pada keadaan mental seseorang yang mempunyai rasa cinta kasih terhadap semua makhluk dan kasihan pada penderitaan mereka dan membuat komitmen untuk membebaskan semua makhluk dari derita.
Karena cara paling efektif untuk itu adalah menjadi Samma SamBuddha, maka orang ini bertekad mencapai ke-Buddhaan. Ia akan menempuh jalan Bodhisattva, membuat sumpah-sumpah, melakukan banyak kebajikan, melatih diri menyempurnakan paramita. Bodhisattva bertekad akan tetap tinggal dalam samsara sampai semua makhluk selamat.
Inilah yang ada dalam mahayana dan tidak ada dalam theravada.


Apakah aliran Maitreya berlindung kepada Triratna? Apakah ada Pancasila Buddhis? Apakah didalamnya ada ajaran Bodhicitta?
Apakah anda sudah menjadi seorang Buddhis sejati?


Out of Topic
Kalau kelakuannya buruk tetapi sudah Buddhis, namanya Buddhis yg tidak praktek dharma.
Kalau kelakuannya sesuai dharma dan sudah menjadi Buddhis, namanya Buddhis yg praktek Dharma
Kalau ngakunya beragama Buddha, KTPnya Buddha, tapi sama sekali ga tau apa itu ajaran Buddha, ^-^namanya Umat Buddha KTP
Kalau kerjaannya sembhayang kelenteng, imlek, cengbeng, namanya umat Buddha Tradisi
Kalau KTPnya Konghucu, baru pindah agama dari agama Buddha, setelah bertahun-tahun "numpang"
Kalau kerjanya praktek Tao, berarti umat Tao yg lagi numpang di Agama Buddha sementara menunggu Tao diakui sebagai agama...

Kalau KTP Buddha, ngaku Buddhis, tapi tidak termasuk yang di atas.... ENTAH APA ITU? doh

Untuk bahan referensi tambahan teman2 dapat mengklik link dibawah ini
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=1937.0
diatas adalah link lama yg telah membahas dan sudah dikunci dan diganti dengan yang baru yaitu dengan link yang ada dibawah ini
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=6464.0

Read More

You have it ?















what is mean ?

Read More

Calendar